Selasa, 03 Oktober 2023

Hukum Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah

 

Hukum Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah

Hukum Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah. Kekayaan Indonesia akan ragam budaya, suku dan bahasa sangat tak ternilai harganya. Kekayaan ini semakin berlimpah bersama datangnya Islam di Nusantara. Proses saling mempengaruhi antar keduanya menghasilkan berbagai macam tradisi. Tradisi ini tidak hanya terbatas pada laku sosial semata, tetapi juga laku peribadatan. Di antara tradisi yang masih berlaku hingga kini adalah walimatut tasmiyah atau memberi nama sang bayi dan memotong rambutnya pada hari ke tujuh dengan disertai memotong kambing sebagai aqiqah. Bagi sebagian orang, tradisi ini bukanlah hal baru karena Rasulullah saw sendiri pernah melakukannya bahkan juga menganjurkannya kepada Sayyidah Fatimah ketika melahirkan Sayyidina Hasan. Hal ini tercatat dalam sebuah hadits yang sahih yang diriwayatkan oleh Hakim, “Potonglah rambutnya dan sedekahlah dengan al-wariq (perak) sesuai dengan timbangan rambut itu.” Akan tetapi bagi sebagian yang lain menganggap hal ini adalah sesuatu yang baru yang memerlukan dasar hukum yang jelas. Hal ini perlu diluruskan. Berdasarkan beberapa hadits seperti yang dinukil oleh Wahbah Zuhaili dalam Al-fiqhul Islami wa Adillatuhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan aqiqah kepada Hasan dan Husain :

وروت عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم عق عن الحسن والحسين وقال: قولوا “بسم الله اللهم لك وإليك عقيقة فلان”

Adapun yang dilarang adalah mengoleskan darah aqiqah ke kepala bayi. Karena hal ini dianggap oleh Rasulullah saw sebagai tradisi jahiliyah. Yang kemudian Rasulullah menggantinya dengan mengoleskan minyak wangi ke kepala bayi. Oleh karena itu, jikalau kita menemukan tradisi mengoleskan minyak wangi di jidat bayi pada acara aqiqah (biasanya berbarengan dengan bacaan maulid) sebenarnya merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Klik untuk pemesanan aqiqah Nurul Hayat :

aqiqah surabaya

source : NU Online

 

 

Tips Agar Newborn Tidak Begadang

 

Tips Agar Newborn Tidak Begadang

Tips Agar Newborn Tidak Begadang. Ingin Si Kecil tidak sering terbangun di malam hari? Ayah dan Bunda perlu tahu bagaimana cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang. Selama beberapa minggu pertama, bayi baru lahir memang punya waktu tidur dengan rentang yang cukup lama, yaitu 17–18 jam per hari. Beberapa bayi baru lahir ada yang bisa tidur sepanjang malam hingga usianya 6 minggu.

Meski begitu, di minggu pertama kehidupannya, pola tidur bayi tak pernah melebihi durasi 3–4 jam setiap kali tidur. Kemudian, perlahan-lahan durasi waktu tidur tersebut berkurang menjadi 15 jam per hari hingga 3 bulan pertama sejak ia lahir.

Namun, sebagian besar pola tidur bayi semacam ini baru dicapai saat bayi berusia 5–6 bulan.

Pentingnya Bayi Punya Pola Tidur yang Baik

Untuk membantu bayi memiliki pola tidur yang teratur, akan sangat baik jika Bunda melatih kebiasaan tidurnya sejak dini. Selain ia tak perlu terbangun di tengah malam, Moms dan Dads juga bisa beristirahat lebih baik alias tidak bergadang.

Menurut studi di jurnal Nature and Science of Sleep, pola tidur yang baik untuk anak akan mendukung fungsi kognitif dan pertumbuhan fisik Si Kecil.

Cara Mengatur Pola Tidur Bayi agar Tidak Bergadang

1. Rencanakan Tidur Siang Lebih Awal

Tidur siang lebih awal membuat bayi tidak tidur terlalu lama atau terbangung saat hari sudah terlalu sore. Tidur siang yang terlambat akan membuat bayi baru bangun mendekati malam, yang bisa membuatnya akan bergadang.

Coba buat jadwal tidur siang lebih awal secara teratur setiap harinya, agar terbentuk pola tidur yang baik pada bayi. Jadi, cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang adalah dengan menerapkan tidur siang lebih awal, seperti misalnya pada pukul 10 atau 11 pagi.

2. Jangan Langsung Bangunkan Anak saat Tidur Siang

Cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang yang selanjutnya yaitu jangan langsung membangunkan anak usai tidur siangnya. Karena, bisa saja bayi baru tidur sebentar.

Jika ada gelagat bayi untuk bangun sementara baru tidur beberapa menit, jangan langsung dibangunkan. Karena mungkin tidurnya belum cukup, dan Si Kecil akan kembali melanjutkan tidur siangnya. Jika waktu tidur siang bayi sudah terlalu lama, Bunda bisa coba membangunkannya. Namun, apabila baru sebentar, hindari untuk langsung membangunkannya, Bun.

Jadi, coba perhatikan pola tidur siang Si Kecil dan pastikan mereka melakukan secara konsisten. Pada jam dan durasi tidur siang yang sama. Ini membantu untuk membentuk pola tidur yang teratur pada bayi. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah mengatur pola tidurnya baik siang maupun malam hari.

3. Hindari Menyusui saat Jam Tidur Malam

Cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang berikutnya yakni hindari menyusui saat jam tidur malam. Biasakan tidak menyusui Si Kecil saat jam tidur malam. Sebagai gantinya, susui bayi menjelang tidur saja. Hal ini tak hanya membantu bayi lebih cepat terlelap, tapi juga membuatnya terbiasa dengan pola tersebut. Mungkin Bunda sering menyusui bayi tepat saat jam tidurnya sehingga pola tidur bayi jadi tidak teratur.

Perlahan, Bunda bisa mulai mengurangi kebiasaan tersebut untuk mengubah pola tidur bayi. Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, Bunda bisa menyiasatinya dengan mengurangi jumlah pemberian susu pada Si Kecil. Misalnya dengan memberikan hanya ½–1 botol ASI menjelang tidur malam dan tidak lebih dari takaran tersebut.

4. Kenalkan Perbedaan Siang dan Malam

Cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang yang selanjutnya ialah kenalkan mereka perbedaan siang dan malam. Misalnya dengan mematikan lampu saat malam hari, dengan begitu Si Kecil bisa mengenal perbedaan antara siang dan malam.

Perlahan bayi akan mulai menyesuaikan diri, kapan waktu tidur dan juga sebaliknya. Selain itu, bedakan tempat tidur bayi saat tidur siang dan tidur malam. Seperti menidurkan bayi di kereta dorong saat siang hari dan baru menempatkannya di dalam boks pada waktu tidur malam.

5. Jangan Biasakan Bayi Bermain saat Jam Tidur

Usahakan untuk tidak membiasakan bayi bermain saat jam tidur.Ini merupakan cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang dan menjadi lebih teratur, Bun. Saat bayi sedang dalam mengembangkan hal baru seperti belajar merangkak, ia pasti akan sangat bersemangat untuk mempraktikkan kemampuannya tersebut.

Tak jarang, ia tidur lebih larut karena ingin bermain sambil menunjukkan kemampuan barunya itu. Lebih baik Bunda biasakan pada Si Kecil bahwa malam hari bukanlah waktunya untuk bermain atau berlatih.

6. Patuhi Jadwal Tidur

Membuat jadwal tidur dan mematuhinya juga bisa menjadi cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang. Jadi, terapkanlah jadwal tidur yang konsisten. Jika menjelang jam tidur, bayi masih sibuk bermain, stimulasi dengan memberikan ASI atau nyanyian untuk mempercepat waktu tidurnya.

Perhatikan juga suhu ruangan dan lampu kamar tidur bayi. Kamar dengan suasana yang nyaman dan agak temaram biasanya bisa membantu mempercepat waktu tidur Si Kecil.

7. Perbanyak Aktivitas Siang Hari

Moms bisa coba memperbanyak aktivitas siang hari sebagai salah satu cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang. Misalnya dengan mengajaknya berbicara, bermain, bernyanyi atau melatih kemampuan barunya di sela waktu tidur siang.

Ini akan membantu menstimulasi waktu tidur malam yang lebih panjang. Namun, perlu Bunda ingat untuk tidak mengurangi waktu tidur siang Si Kecil secara drastis. Jadi, lakukan secara bertahap, ya.

8. Kenali Tanda-Tanda Bayi sudah Lelah

Coba kenali tanda-tanda bayi sudah lelah. Biasanya, bayi Bunda akan memberi tahu kita jika mereka sudah akan tidur. Perhatikan tanda-tanda umum kelelahan berikut ini sebagai pilihan cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang:

  • Menggosok mata
  • Menguap
  • Memalingkan muka dari kita
  • Bayi rewel

Jangan menunggu sampai bayi terlalu lelah untuk menidurkannya. Sebab, bayi yang kelelahan justru akan lebih sulit untuk tertidur. Oleh karenanya, usahakan untuk selangkah lebih maju dengan mencari tanda-tanda bahwa mereka mengantuk sebelum Si Kecil lebih cerewet dan rewel.

Ini bisa menjadi cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang yang cukup efektif, lho.

9. Atur Siklus Tidur Siang-Malam Bayi

Cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang yang selanjutnya adalah atur siklus tidur siang-malam bayi. Mulai saat bayi Bunda berusia 2 minggu, cobalah untuk mengajari mereka pola bahwa malam adalah saatnya tidur, dan siang adalah saatnya aktivitas.

Selama siang hari, jaga agar bayi tetap bersemangat dan aktif. Sering bermain dengan mereka. Usahakan agar mereka tetap terjaga setelah menyusu, meskipun Bunda tidak perlu khawatir jika mereka akhirnya tidur saat siang hari.

Saat gelap, jadilah orang tua yang lebih sigap untuk bayi. Beri mereka makan di ruangan yang agak gelap. Kurangi semua stimulasi. Misalnya, jaga agar lampu tetap rendah dan tidak bising. Secara bertahap, mereka akan belajar bahwa siang hari adalah waktu yang menyenangkan dan bukan malam hari, jadi mereka sebaiknya tidur saat di luar gelap.

10. Jangan Bangunkan Bayi untuk Menyusui setelah 2 Bulan

Cara mengatur pola tidur bayi agar tidak bergadang berikutnya yakni perhatikan waktu makan atau menyusu mereka. Bunda sebaiknya tidak membangunkan bayi untuk menyusui di sela-sela waktu tidurnya setelah usia 2 bulan agar pola tidurnya lebih teratur.

Jika berat badan bayi bertambah dengan baik, Bunda tidak perlu membangunkannya di malam hari untuk menyusu. Bayi perlu menemukan jadwal tidurnya sendiri. Begitu Si Kecil makan lebih banyak di siang hari, mereka tidak perlu bangun dan makan di malam hari.

Namun jangan biarkan Si Kecil tidur lebih dari 4 jam tanpa makan, ya. Bunda mungkin perlu membangunkan bayi untuk menyusu di malam hari. Tetapi mungkin lebih baik mencoba mengubah kebiasaan ini pada siang hari bayi daripada terus membangunkannya setiap 4 jam di malam hari.

Dokter anak biasanya akan memberikan nasihat pada orang tua tentang waktu makan untuk bayi. Umumnya, untuk bayi prematur atau bayi berkebutuhan khusus, Bunda mungkin perlu menyesuaikan pemberian makan. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak mengenai hal ini, ya.

11. Jadilah Orang Tua yang Sabar

Ingatlah untuk menjaga ekspektasi kita tetap realistis. Jadi, pastikan Bunda menjadi orang tua yang selalu sabar dalam mencari pola tidur yang tepat untuk Si Kecil. Dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi, rencanakan untuk tidur sporadis yang tidak dapat diprediksi.

Misalnya dengan ikut tidur saat bayi tidur, karena mungkin hanya itu istirahat yang akan Bunda dapatkan selama beberapa waktu. Jika pola tidur bayi berubah secara tiba-tiba, periksa gejalanya. Hal ini bisa menjadi tanda peringatan penyakit tertentu, seperti infeksi telinga. Atau mungkin hanya tahap baru dalam perkembangan mereka.

Klik untuk pemesanan Aqiqah Nurul Hayat :

aqiqah surabaya

Source : orami.com

Jumat, 01 September 2023

Ritual Anak Sebelum Tidur

 

Ritual Anak Sebelum Tidur

Ritual Anak Sebelum Tidur. Sebelum tidur, apa aktivitas favorit Anda bersama anak, Bun? Sebagian besar orang tua pasti punya rutinitas tersendiri saat menemani si kecil sebelum tidur di malam hari. Apalagi seiring bertambahnya usia, anak-anak jadi lebih aktif sehingga tidak jarang sulit diajak tidur tepat waktu. Padahal, tidur tepat waktu membuat anak tidak mudah kelelahan keesokan harinya.
Mengajak anak melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama akhirnya jadi solusi agar anak lebih tenang di malam hari. Selain dapat menyalurkan energi si kecil agar tidur lebih nyenyak, hubungan antara orang tua dan si kecil juga bisa lebih dekat dan erat saat melakukan aktivitas bersama. 
Nah, salah satu cara menyiasatinya adalah memperkenalkan serangkaian aktivitas sebagai ritual malam sebelum tidur pada anak. Penting untuk membuat ritual ini menyenangkan, dan melakukannya dengan konsisten agar menjadi kebiasaan.
Bagaimana caranya? Berikut ini salah satu rangkaian ritual yang bisa jadi pilihan:

1. Ajak anak bersih-bersih tubuh bersama

Meski sudah mandi di sore hari, aktivitas anak sering kali membuat pakaian serta badannya kembali kotor dan berkeringat. Untuk itu, biasakan anak peduli akan kebersihan diri dengan mengajaknya ganti pakaian, membersihkan badan, dan sikat gigi. Lanjutkan dengan mengoleskan minyak kayu putih atau essential oil di perut dan dadanya, dan juga lotion anti nyamuk ke kulit tangan serta kakinya untuk memastikan istirahat malamnya nyaman, terlindungi, dan menyenangkan.
Agar lebih menyenangkan, ajak anak bernyanyi atau bercerita sambil membersihkan dirinya sehingga ia pun tidak akan rewel atau bosan. Untuk anak yang lebih besar, jangan ragu juga untuk mengajak anak memilih baju tidurnya sendiri ya, Bunda. 

2. Pillow talk di balik selimut

Berbeda dengan bayi yang masih mudah diajak tidur dengan diberi susu, anak-anak yang sudah mulai bisa mengeksplor hal-hal baru di sekitarnya cenderung ingin selalu bermain tanpa mengenal waktu. Daripada memaksa si kecil tidur dan akhirnya justru membuatnya rewel, Anda bisa mengajak anak mengobrol tentang aktivitasnya hari itu. Misalnya tentang teman bermainnya, apa yang ia lakukan, atau cerita lainnya.
Selingi juga dengan candaan kecil saat mengobrol bersama. Selain mempererat bonding, kegiatan ini membuat anak merasa lebih berharga dan disayang oleh orang tuanya.

3. Bedtime stories

Membacakan dongeng sudah menjadi kebiasaan banyak orang tua untuk menemani anaknya sebelum tidur. Aktivitas ini dapat meningkatkan daya imajinasi anak, menambah kosa kata, hingga meningkatkan empati si kecil melalui tokoh-tokoh yang diceritakan.
Bunda, saat membacakan dongeng untuk anak, Anda bisa menggunakan mainan sebagai properti pendukung agar cerita makin seru. Namun sebelum itu, pastikan juga untuk memilih buku yang sesuai dengan usia anak dengan membaca keseluruhan isi bukunya terlebih dahulu.

4. Berikan sentuhan fisik

Jangan pandang sebelah mata sentuhan fisik antara ibu kepada anak sebelum tidur. Dilansir laman Parents, sentuhan fisik menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan orang tua dan anak yang dampaknya baik untuk kesehatan.
Bila rutin dilakukan, ritual good night hug and kiss ini dapat membuat si kecil memiliki koneksi lebih erat dengan orang tuanya, serta lebih terlindungi dari risiko stres penyebab kesulitan tidur. Sebelum tidur, Anda bisa memberikan pelukan hangat, usapan di kepala atau punggung, dan kecupan lembut kepada anak sambil ucapkan selamat malam.
Source : kumparan.com

8 Tipe Kecerdasan Anak

 8 Tipe Kecerdasan Anak. Tahukah Bunda, bahwa kecerdasan anak itu tidak bisa hanya diukur dan diakui dari intelegensi akademis dan penguasaan ilmu eksak saja? Keterampilan si Kecil yang fasih berkomunikasi atau bergerak aktif juga termasuk jenis kecerdasan, lho! Sebab, ada banyak jenis kecerdasan yang bisa dimiliki seorang anak.

Secara teori, jenis-jenis kecerdasan ini pertama kali dicetuskan oleh seorang psikolog terkemuka dari Harvard University bernama Howard Gardner pada tahun 1983 dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind : The Theory of Multiple Intelligences. 

Di dalam bukunya, Gardner menjelaskan bahwa kecerdasan seorang anak tidak bisa hanya diukur dari kapasitas intelektualnya saja, namun ada banyak jenis kecerdasan lain yang dapat menjadi ukurannya.

Yuk, baca lebih lanjut penjelasan berbagai macam jenis kecerdasan anak di bawah ini!

Apa Saja Jenis Kecerdasan Anak?

Bunda, jangan buru-buru mengambil kesimpulan dan memberikan label anak kurang cerdas hanya karena prestasi akademik si Kecil di sekolah kurang cemerlang, ya. Sebab, setiap anak diberkahi dengan kecerdasan yang berbeda-beda. Every child is blessed with their own speciality.   

Jika si Kecil menunjukkan minat yang besar pada binatang dan sangat baik dalam berinteraksi dengan berbagai macam hewan berarti ia di berkahi dengan kecerdasan naturalis.

Selain kecerdasan logis-matematik, masih ada jenis kecerdasan lainnya yaitu linguistik, spasial, kinestetik, musikal, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal. Apa bedanya?

1. Kecerdasan Linguistik (Linguistic-verbal Intelligence) 

Seorang anak dengan kecerdasan linguistik memiliki kemampuan yang baik dalam memanipulasi kata-kata, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Oleh karena itu, anak dengan kecerdasan linguistik sangat baik dalam menulis berbagai jenis karya sastra, mengingat informasi, membaca, dan mempelajari bahasa baru.

Jadi dapat dikatakan, keahlian seorang dengan kecerdasan linguistik berpusat pada kata-kata, bahasa, dan tulisan.

Dengan kecerdasan ini, si Kecil akan tampak lebih senang berkutat dengan buku ceritanya daripada berlarian di taman atau belajar balet. Ia juga dapat menceritakan apa yang menjadi cita-citanya ketika tumbuh dewasa dengan alasan-alasan yang tersusun rapi.

Berikut karakteristik khusus lain yang dimiliki oleh seorang anak yang memiliki kecerdasan linguistik :

  • Dapat mengingat dengan baik informasi yang disampaikan secara verbal maupun tertulis.
  • Menyukai kegiatan membaca dan menulis.
  • Mampu mengutarakan pendapat yang sifatnya persuasif dengan baik.
  • Memiliki kemampuan untuk berdebat dengan baik.
  • Mampu menjelaskan sesuatu dengan baik.
  • Sering menyelipkan humor saat bercerita.

Nah, apabila Bunda memiliki anak dengan kecerdasan linguistik, Bunda dapat mencoba mengarahkan anak untuk meniti karir di bidang yang sesuai seperti penulis, jurnalis, lawyer, atau guru.

2. Kecerdasan Logika-Matematika (Logical-mathematical Intelligence)

Bun, anak dengan kecerdasan logika-matematika memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menganalisis masalah secara logis, menyelesaikan persoalan matematika, dan menyelidiki permasalahan secara ilmiah.

Anak-anak yang kuat dalam area kecerdasan ini cenderung berpikir secara konseptual tentang angka, hubungan sebab-akibat, dan pola sehingga di sekolah pada umumnya anak-anak dengan kecerdasan logika matematika akan terlihat lebih berprestasi secara akademis.

Otaknya akan sangat mudah dalam memproses penjelasan matematika yang disampaikan oleh Ibu guru di kelas sebab ia mampu memahami berbagai ide-ide abstrak. Jadi ketika diberi persoalan matematika yang tergolong kompleks bagi usianya, si Kecil bisa memecahkannya dengan baik.

Dengan keahlian dan karakteristik tersebut, anak dengan kecerdasan logika-matematika akan cocok untuk berkarir sebagai ilmuwan, ahli matematika, programmer, akuntan, atau engineer.

3. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-kinesthetic Intelligence)

Si Kecil tampak senang bergerak aktif dan cepat pintar ketika diajari berbagai macam teknik olahraga? Pssst, si Kecil mungkin memiliki kecerdasan kinestetik, Bun!

Seorang anak dengan kecerdasan kinestetik akan memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengelola dan mengkoordinasikan tubuh sehingga performanya akan sangat bagus saat mengikuti pelajaran olahraga atau menari di sekolah.

Selain itu, anak dengan kecerdasan kinestetik juga memiliki koordinasi tangan dan mata yang baik sehingga sangat menyukai crafting, melukis, dan kegiatan tangan lainnya.

Oleh karena itu, anak dengan kecerdasan kinestetik umumnya memang tidak bisa jika diminta untuk duduk diam di dalam kelas untuk mendengarkan penjelasan dari Ibu dan Bapak guru. Semua penjelasan yang dikatakan akan membal keluar dari kepalanya.

Untuk anak dengan kecerdasan kinestetik Bunda dan Bapak-Ibu di sekolah perlu memfasilitasi kegiatan belajar dengan berbagai macam eksperimen atau kegiatan yang melibatkan gerak tubuh.

Contohnya dalam pelajaran berhitung, ajak anak untuk mengenal angka sambil melompat. Saat Ibu guru mengangkat flash card bergambar angka 1, si Kecil perlu melompat sekali. Kalau flash card menunjukkan angka 5, berarti si Kecil perlu melompat lima kali.

Sedangkan untuk karir masa depan si Kecil, Bunda dapat mengarahkannya kepada profesi yang memerlukan olah tubuh yang baik seperti penari, seniman, ahli bedah, aktor, dan atlet.

4. Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence

Bunda mungkin akan dibuat pusing ketika harus menemukan jalan keluar dari sebuah garden maze yang berputar-putar. Namun, tidak bagi si Kecil yang memiliki kecerdasan spasial. Ia akan sangat menikmati permainan ini!

Seorang anak dengan kecerdasan spasial pandai dalam memvisualisasikan dan mengenali pola ruang yang luas maupun area yang lebih terbatas. Oleh karena itu, anak dengan kecerdasan spasial sangat baik dalam mengenali arah, membaca peta, menyusun puzzle, membaca grafik, memahami video, dan memahami gambar.

Fakta tersebut membuat anak dengan kemampuan spasial cocok mendalami karir sebagai desainer grafis, seniman, arsitek, atau engineer.

5. Kecerdasan Musikal (Musical Intelligence

Si Kecil senang sekali ketika Mama memutarkan lagu anak-anak. Ia akan dengan semangat turut menyanyikan lagu yang sedang diputar. Namun, di usianya yang masih belia Bunda menyadari nyanyian si Kecil berada pada nada yang tepat. Tidak terdengar fals meskipun pelafalannya masih belum sempurna.

Selain itu, si Kecil juga sangat cepat menghafal berbagai macam lagu anak-anak dan suka bersenandung sambil bermain atau duduk di dalam mobil. Bunda, sepertinya si Kecil memiliki kecerdasan musikal!

Selain suka dan pandai bernyanyi, anak dengan kecerdasan musikal memiliki tingkat apresiasi yang tinggi terhadap musik. Ia juga mampu mengenali jenis suara, perbedaan nada, serta ritme sebuah suara. Kemampuan ini membuat si Kecil mampu memainkan instrumen musik untuk menirukan maupun menyusun karya musik sendiri.

Apabila si Kecil memiliki kecerdasan musikal yang tinggi dan diasah dengan baik, ia dapat memiliki karir yang cemerlang sebagai  musisi, komposer, penyanyi, konduktor, atau guru musik.

6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)

Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal cenderung lebih pandai dalam berkomunikasi, peka terhadap emosi orang lain, mudah dalam menyesuaikan diri, memilki rasa empati yang tinggi dan suka menolong orang lain.

Hal tersebut membuat seseorang dengan kecerdasan interpersonal lebih pandai dalam menjalin hubungan pertemanan dan menguasai keadaan bahkan di tempat baru. Jadi, seorang dengan kecerdasan interpersonal sering diasosiasikan sebagai seorang ekstrovert.

7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)

Bunda, jika si Kecil diberkahi dengan kecerdasan intrapersonal ia akan memiliki pemahaman yang baik tentang dirinya sendiri. Ia dapat menganalisa dengan baik apa yang sedang dirasakan, bagaimana kondisi emosionalnya, hingga apa yang menjadi motivasi dan ketakutan terbesarnya dalam melakukan sesuatu.

Hal tersebut membuat si Kecil menikmati proses merefleksikan dan menganalisis diri sendiri, melamun, menguji kekuatan personal, dan menilai hubungannya dengan orang lain. Nah, biasanya anak dengan kecerdasan intrapersonal tumbuh menjadi seorang introvert.

Bunda dapat mendukung kecerdasan si Kecil dengan mengajari mereka menulis jurnal harian, mendaftarkan si Kecil ke klub diskusi dan membaca, atau merefleksikan kegiatan sehari-hari dengan melakukan percakapan mendalam.

Bunda, dengan bekal kemampuan tersebut si Kecil memiliki kesempatan yang baik untuk berkarir sebagai seorang penulis atau ilmuwan.

8. Kecerdasan Naturalis (Naturalistic Intelligence)

Anak dengan kecerdasan naturalis bukan hanya berbakat untuk merawat dan menjalin hubungan baik dengan hewan. Selain itu, si Kecil juga memiliki kemampuan untuk mengenali serta membedakan berbagai flora dan fauna.

Hal tersebut membuat seorang anak naturalis sangat tertarik untuk memelihara dan mengeksplorasi lingkungan, belajar tentang berbagai macam spesies, serta sangat peka terhadap perubahan lingkungan.

Oh iya Bun, di sekolah si Kecil mungkin akan menunjukkan keengganan untuk belajar sesuatu yang tidak berkaitan dengan alam sebab ketertarikan mereka berpusat pada pelajaran biologi, zoologi, dan botani.

Untuk memfasilitasi kecerdasan naturalis si Kecil, Bunda dapat memperbolehkan si Kecil memelihara beberapa hewan di rumah seperti ikan, kucing, ayam, atau anjing. Pilih salah satu yang dapat Bunda toleransi dan tidak menimbulkan alergi bagi anggota keluarga lain.

Selain itu, Bunda juga bisa mengajak si Kecil berkebun, mengunjungi kebun binatang, bermain ke pantai, atau mengunjungi pusat konservasi flora dan fauna.

 

Klik di sini untuk pemesanan Aqiqah Nurul Hayat :

 

Source : nutriclub

Selasa, 25 Juli 2023

Puasa Untuk Busui (Ibu Menyusui)

Puasa Untuk Busui (Ibu Menyusui)

Puasa Untuk Busui (Ibu Menyusui). Perempuan yang menyusui itu diperbolehkan tidak berpuasa sepanjang berpuasa itu bisa membahayakan kesehatan dirinya dan anaknya atau salah satunya. Menurut madzhab syafi’i, jika seorang perempuan yang sedang menyusui melakukan puasa dan dikhawatirkan akan membawa dampak negatif pada dirinya beserta anaknya, atau dirinya, atau anak saja maka ia wajib membatalkan puasanya. Dan baginya berkewajiban meng-qadla` puasanya. Namun jika dikhawatirkan membahayakan anaknya saja, maka ia tidak hanya berkewajiban meng-qadla’ tetapi ada kewajiban lain yaitu membayar fidyah. Hal ini sebagaimana dikemukakan Abdurrahman al-Juzairi :

اَلشَّافِعِيَّةُ قَالُوا اَلْحَامِلُ وَالْمُرْضِعُ إِذَا خَافَتَا بِالصَّوْمِ ضَرَرًا لَا يُحْتَمَلُ سَوَاءٌ كَانَ الْخَوْفُ عَلَى أَنْفُسِهِمَا وَوَلِدَيْهِمَا مَعًا أَوْ عَلَى أَنْفُسِهِمَا فَقَطْ أَوْ عَلَى وَلَدَيْهِمَا فَقَطْ وَجَبَ عَلَيْهِمَا الْفِطْرُ وَعَلَيْهِمَا الْقَضَاءُ فِي الْأَحْوَالِ الثَّلَاثَةِ وَعَلَيْهِمَا أَيْضًا اَلْفِدَيَةُ مَعَ الْقَضَاءِ فِي الْحَالَةِ الْأَخِيرَةِ وَهِيَ مَا إِذَا كَانَ الْخَوْفُ عَلَى وَلَدِهِمَا فَقَطْ

“Madzhab syafii berpendapat, bahwa perempuan hamil dan menyusui ketika dengan puasa khawatir akan adanya bahaya yang tidak diragukan lagi, baik bahaya itu membahayakan dirinnya beserta anaknya, dirinya saja, atau anaknya saja. Maka dalam ketiga kondisi ini mereka wajib meninggalkan puasa dan wajib meng-qadla`nya. Namun dalam kondisi ketiga yaitu ketika puasa itu dikhawatirkan memmbayahakan anaknya saja maka mereka juga diwajibkan membayar fidyah.” (Abdurrahman al-Juzairi, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-2, h. 521).

Sedangkan fidyah yang harus dibayarkan adalah satu mud (berupa makanan pokok) untuk setiap hari yang ditinggalkan yang diberikan kepada orang miskin atau orang faqir. Satu mud kurang lebih 675 gram beras, dan dibulatkan menjadi 7 ons.

Untuk mengetahui apakah puasa perempuan yang sedang menyusui itu membahayakan atau tidak, dapat diketahui berdasarkan kebiasaan sebelum-sebelumnya, keterangan medis atau dugaan yang kuat. Hal ini sebagaimana dikemukakan as-Sayyid Sabiq :

مَعْرِفَةُ ذَلِكَ بِالتَّجْرِبَةِ أَوْ بِإِخْبَارِ الطَّبِيبِ الثِّقَةِ أَوْ بِغَلَبَةِ الظَّنِّ

“Untuk mengetahui apakah puasa tersebut bisa membahayakan (bagi dirinya beserta anaknya, dirinya saja, atau anaknya saja)bisa melalui kebiasaan sebelum-sebelumnya, keterangan dokter yang terpecaya, atau dengan dugaan yang kuat” (As-Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah, Kairo-Fath al-I’lam al-‘Arabi, 2001, juz, 2, h. 373)

Setelah kita mengetahui kedudukan hukum berpusa bagi orang yang sedang menyusui. Lantas bagaimana dengan waktu pelaksanaan qadla` sekaligus pembayaran fidyah, jika ia meninggalkan puasa dengan alasan apabila tetap melakukan puasa akan membahayakan anaknya. Bahwa alasan kewajiban untuk meninggalkan puasa bagi orang yang sedang menyusui adalah adanya kekhawatiran akan membahayakan dirinya beserta anaknya, dirinya saja, atau anaknya saja.

Dari sini dapat dipahami bahwa kewajiban qadla` tersebut bisa dilakukan setelah bulan ramadlan dan di luar waktu menyusui. Sedang mengenai teknis pembayaran fidyah boleh diberikan kepada satu orang miskin. Misalnya jika yang ditinggalkan ada 10 hari maka ia wajib memberikan 10 mud. Sepuluh mud ini boleh diberikan kepada satu orang miskin atau faqir.

وَلَهُ صَرْفُ أَمْدَادٍ مِنْ الْفِدْيَةِ إلَى شَخْصٍ وَاحِدٍ لِأَنَّ كُلَّ يَوْمٍ عِبَادَةٌ مُسْتَقِلَّةٌ

“Baginya boleh mendistribusikan semua jumlah fidyah kepada satu orang karena setiap hari adalah ibadah yang independen.” (Muhammad Khatib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, 1, h. 442)

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, dan semoga bermanfaat. Saran kami bagi Ibu yang sedang menyusui untuk selalu memperhatikan kesehatannya, begitu juga kesehatan sang buah hati. Dan jika merasa masih kuat berpuasa tetapi kemudian ada masalah kesehatan segeralah berkonsultasi kepada dokter. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak?

Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak?

Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak? Membawa atau menggendong anak ketika shalat hukumnya diperbolehkan, dan shalatnya sah selama tidak ada gerakan yang bisa membatalkan shalat. Seperti tiga kali gerakan secara terus-menerus, atau satu kali gerakan yang keras. Kebolehan shalat sambil menggendong anak adalah berdasarkan salah satu hadits nabi, bahwa suatu saat Rasulullah shalat sambil menggendong Umamah binti Zainab dan Abu al-Ash bin Rabi’ah. Dalam sebuah riwayat disebutkan :

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِي: أَنَّ النَّبِي صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتِ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيْعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ رَفَعَهَا

Artinya, “Dari Abu Qatadah al-Anshari: bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat dengan menggendong Umamah binti Zainab bint Rasulullah saw, dan Abu al-‘Ash bin Rabi’ah bin Abd Syams. Jika sujud, dia (nabi) meletakkan anak itu, dan jika berdiri, dia menggendongnya kembal2i.” (HR Anas bin Malik).

Berpijakan pada hadits Rasulullah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa menggendong anak ketika shalat hukumnya diperbolehkan dan shalatnya tetap sah. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam Syafi’i dalam Kitab Musnad-nya yang disusun oleh Syekh Abid as-Sindi, ia mengatakan :

وَفِي هَذَا الْحَدِيْثِ دَلِيْلٌ عَلَى صِحَّةِ صَلَاةِ مَنْ حَمَلَ آدَمِيًا أَوْ حَيَوَانًا أَوْ غَيْرَهُمَا

Artinya, “Dan dalam hadits ini menjadi dalil sahnya shalat seseorang yang menggendong anak manusia, hewan, atau selain keduanya,” (Imam Syafi’i, Musnad Imam asy-Syafi’i, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 1951 M/1370 H], halaman 369).

Kendati demikian, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam hal ini agar shalatnya tetap sah, yaitu: (1) perihal kondisi anak; dan (2) gerakan orang yang menggendongnya. Pertama, anak yang digendong ketika shalat tidak boleh dalam keadaan najis, baik badan maupun pakaiannya. Kedua, tidak boleh ada tiga kali gerakan yang terus-menerus. Jika dua hal ini terpenuhi, maka shalatnya sah.

بشرط أن يكون ثياب الصبيان وأجسادهم طاهرة وإن الفعل القليل لا يبطل الصلاة وأن الأفعال إذا تعددت وتفرقت لا تبطل الصلاة .. وهو دليل مذهب الشافعي على صحة صلاة من حمل الصبي والصبية في صلاة الفرض والنفل للأمام والمأموم والمنفرد

Artinya, “Dengan syarat pakaian anak kecil, dan badannya harus suci. Dan, pekerjaan yang sedikit tidak membatalkan shalat. Pekerjaan yang banyak, jika berbilangan dan tidak terus-menerus juga tidak membatalkan shalat (jika terus-menerus, maka batal). Dan ini adalah dalil dalam mazhab Syafi’i, perihal keabsahan shalat seseorang yang menggendong anak laki-laki atau pun perempuan, baik dalam shalat fardhu, maupun sunnah, bagi imam, makmum, dan orang yang shalat sendiri,” (Imam Syafi’i, halaman 369).

Simpulan

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menggendong anak ketika shalat hukumnya boleh-boleh saja, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah. Hanya saja, kondisi anak yang digendong harus dalam keadaan suci, baik pakaian maupun badannya. Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Kami juga menerima saran dan masukan. Terima kasih.

Rabu, 31 Mei 2023

3 Doa Agar Anak Sholih dan Sholihah

 

3 Doa Agar Anak Sholih dan Sholihah

3 Doa Agar Anak Sholih dan Sholihah. Memiliki anak keturunan yang dapat menjadi generasi penerus adalah harapan dan impian setiap orang, terlebih mereka yang telah membangun rumah tangga dengan pasangannya. Bahkan memiliki keturunan menjadi salah satu tujuan dari sebuah pernikahan. Di masyarakat bisa kita lihat, bila ada sepasang suami istri yang belum lama menikah selalu yang ditanyakan pertama kali oleh teman dan kerabatnya adalah “sudah punya momongan atau belum?”

Meski demikian Islam mengajarkan bahwa anak keturunan yang kita harapkan tidaklah sekadar anak keturunan penerus generasi saja, tapi anak keturunan yang berkualitas, memiliki kepribadian yang luhur lahir dan batin. Singkat kata Islam mengajarkan kita untuk memiliki anak keturunan yang saleh.

Ajaran ini banyak disampaikan di dalam Al-Qur’an melalui beberapa ayat yang mengisahkan para nabi yang memanjatkan doa kepada Allah agar diberi anak keturunan yang baik. Di antaranya doa-doa itu dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim, Nabi Zakariya, dan orang salih lainnya. Di antara doa-doa itu adalah :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ  

Rabbi hab lî minas shâlihîn  

Artinya : “Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih.”

Konon doa ini sudah sering dan selalu dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim sejak beliau masih lajang, belum menikah.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا  

Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a’yunin waj’alnâ lil muttaqîna imâmâ  

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pandangan mata yang menyejukkan dari para istri dan anak keturunan kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Selain doa-doa yang tertulis di dalam Al-Qur’an kita juga sering mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh para guru dan ulama dalam rangka memohon anak keturunan yang baik. Di antara doa itu adalah :

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum  

Artinya : “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”  

Doa-doa semacam ini sangat perlu untuk selalu dipanjatkan oleh setiap orang tua, agar generasi penerusnya menjadi generasi penerus yang salih, yang bekualitas baik lahir maupun batin, menjadi manusia mulia dan memuliakan kedua orang tua di dunia dan akherat kelak. Semoga bermanfaat. Wallâhu a’lam.

Klik gambar untuk berkurban murah, mudah, dan sah :

Source : islam.nu.or.id


Hukum Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah

  Hukum Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah SEPUTAR AQIQAH · 19/09/2023 Hukum Mencukur Rambut Bayi Saat Aqiqah.  Kekayaan Indonesia akan ragam ...